Feb

10

Susu Formula Mengandung Bakteri Enterobacter Sakazakii

Posted by : Joko Warsito | On : 10 February 2011

Susu Formula Mengandung Bakteri Enterobacter SakazakiiKabar susu formula yang mengandung bakteri Enterobacter sakazakii sangat berbahaya bagi kesehatan yang akhir-akhir ini meresahkan masyarakat. Namun berdasar penelitian yang dilakukan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) pada 2008-2011 tidak ditemukan susu formula yang mengandung bakteri itu. “Pada Maret 2008, BPOM mengambil sampel 96 produk dari berbagai merek. Kami lalkukan pengujian terhadap kemungkinan bakteri itu. Dari 96 sampel yang diuji, tidak ada bakteri Enterobacter sakazakii,” ujar Kepala BPOM Kustantinah.

Hal itu disampaikan dia dalam keterangan pers bersama Menkes, Menkominfo dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di Kemenkominfo, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (10/2/2011).

Untuk diketahui, pada saat pengambilan sampel pada 2008 tidak ada standar yang mengharuskan susu formula tidak boleh mengandung Enterobacter sakazakii. Codex (yang mengatur standar kesehatan internasional) baru mengeluarkan standar bahwa susu formula tidak boleh mengandung mengandung Enterobacter sakazakii pada Juli 2008 alias 4 bulan setelah penelitian BPOM.

“Karena Indonesia salah satu negara dari 184 negara anggota Codex (Standar Kesehatan Konsumen) maka kami melakukan pembahasan untuk menetapkan standar yang berlaku di Indonesia bahwa susu di Indonesia tidak boleh mengandung Enterobacter Sakazakii dan ditetapkan Oktober 2008,” jelas Kustantinah.

Pada 2009, BPOM kembali melakukan penelitian dengan mengambil sampel produk susu formula dari pasaran sebanyak 11 sampel. Pada 2010, diambil lagi sampel pada 99 susu formula. Sedangkan pada 2011, hingga Februari ini telah dilakukan pengujian pada 18 sampel.

“Pada 2009-2011 tidak ada satu pun yang megandung bakteri EZ. Ada list produk yang kita ambil di pasaran. Berdasarkan hasil pengawasan, tidak ada satu pun,” lanjut dia.

BPOM pun mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir untuk mengkonsumsi susu formula atau susu sapi formula. Namun dia mengingatkan bakteri Enterobacter sakazakii dapat muncul jika dalam penyimpanan dan penyajian susu tidak dilakukan dengan benar.

“Kami sudah punya aturan sesuai WHO, ada pedoman bagaimana simpan, siapkan, sajikan susu formula bayi yang baik. Ini harus diikuti sehingga terbebas dari Enterobacter sakazakii yang dapat akibatkan penyakit,” lanjut Kustantinah.

Bila masyarakat membutuhkan info lebih lanjut, dia mempersilakan masyarakat untuk menghubungi BPOM, biro hukum BPOM dan juga melalui unit pengaduan pelayanan konsumen Balai POM di seluruh Indonesia. (DTC/AN) Sumber : buletininfo.com